
Jakarta, Minarsih, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Grogol, Jakarta Barat, adalah salah seorang konsumen listrik dengan daya 450 volt. Dengan jumlah pemakaian sebesar itu, keluarga Minarsih merupakan salah satu contoh target Perusahaan Listrik Negara dalam program pemberian insentif atau pemotongan tagihan.
Namun, Minarsih sendiri hingga hari ini belum paham betul dengan rencana pemberian potongan tagihan tersebut. Dengan peralatan listrik seperti kulkas, televisi, dan setrika yang dia punya, Minarsih rata-rata membayar tagihan Rp 80 ribu per bulan. Ia tidak yakin bisa berhemat karena semua peralatan listrik tersebut digunakan setiap hari.
Rencana PLN ini adalah salah satu upaya pemerintah menekan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara lantaran setiap kilo watt listrik yang terpakai disubsidi. Karena itu, PLN berencana akan memberikan potongan tagihan bagi pelanggan yang bisa mengurangi pemakaian listrik dan mengenakan biaya tambahan bagi pelanggan yang boros. PLN saat ini sedang menyiapkan mekanisme penghitungan, kendati ditentang DPR. ( Liputan6.com )
Digi`mania, jika krisis seperti ini dibiarkan berlarut larut, pastilah akan berdampak pada harga harga sejumlah komponen maupun keperluan digital. bukan tidak mungkin penggunaan barang elekronik akan di batasi oleh pemerintah, seiring terpuruknya kapasitas energi listrik di Indonesia. waw.. kita berharap saja pemerintah dapat dan masyarakat dapat saling bekejasama untuk menemukan solusi solusi terkait.