
PALEMBANG - Lokasi putusnya serat optik di Palembang ternyata bukan karena pembangunan jemabatan layang, melainkan gara-gara truk ambles. Lokasi persisnya di gerbang masuk Markas Korem Garuda Dempo, Jalan Kol Haji Burlian, Km 3,7 Palembang.
GM Netre PT Telkom Sumbagsel, Tri Djoko yang dijumpai Kompas di lokasi terputusnya serat optic tersebut mengatakan, tanah amblas akibat dilewati truk. Di bawah lokasi yang ambles itu terdapat pipa PDAM.
Ketika tanah ambles sekitar pukul 04.00, pipa PDAM itu tertekan dan pecah, sehingga menekan kabel serat optik yang terbentang di bawah pipa. Petugas mendeteksi terputusnya serat optic di kilometer 3,7 setelah ada memeriksa adanya gangguan.
Sejak pagi tadi, perbaikan terus dilakukan dengan cara menarik kabel yang memang sengaja dipanjangkan untuk menjaga kemungkinan gangguan pada titik tertentu sepanjang 300 meter.
Menurut Tri, perbaikan diperkirakan selesai pada pukul 23.00 WIB, sehingga koneksi internet lewat Telkom Speedy bisa kembali lancar.
Putusnya Serat Optik Bikin Pelanggan Speedy Mendelik( melotot )
Buntut putusnya jaringan Speedy akibat putusnya jaringan serat optik di Palembang, Telkom menjanjikan kompensasi kepada konsumen. Hal tersebut disampaikan Eddy Kurnia, Vice President Corporate Communication PT Telkom, Jumat (29/2).
“Tentunya Telkom akan memperhatikan konsumen. Bentuk kompensasinya belum tahu, sekarang kita sedang fokuskan untuk memulihkan jaringan. Nanti akan kita evaluasi dan dipikirkan bentuk kompensasi yang tepat,” ujar Eddy saat dihubungi Jumat (29/2) malam.
Jaringan internet PT Telkom mengalami gangguan baik di jalur laut yang terhubung ke Singapura maupun jaringan terestrial di Palembang. Akibatnya akses internet global yang dilayani melalui layanan Speedy maupun layanan data Telkomsel mengalami gangguan sejak Jumat (29/2) pagi.
Untuk sementara waktu, Telkom telah mengalihkan akses melalui jalur satelit. Namun, kapasitasnya hanya 10 persen dari kapasitas semula.
“Kami usahakan malam ini perbaikan selesai,” ujar Eddy. Ia mengakui proses perbaikan mengalami kendala. Untuk di Palembang, jalur serat optik berada di dekat jalan raya dengan trafik lalu lintas yang ramai sehingga baru dapat diintensifkan pada malam hari. Sedangkan untuk kabel laut, kapal yang dikirim ke lokasi kerusakan baru dikirim siang hari.
Ia mengatakan kerusakan ini murni kecelakaan sehingga tidak dapat menjanjikan jaminan akses kepada pelanggannya. Jalur yang masih tersedia saat ini dibagi rata untuk seluruh pelanggan, baik korporasi maupun pribadi.